KINI

kini..
ramai yang mampu tersenyum,
tatkala jatuh bangub aku dipertikaikan..
kini,
banyak insan yang menanti aku rebah menunduk takdir,
kini,
dia,dia,dia,dia,dia, dan dia..
tidak lagi kekal.
tahniah kepada sesiapa yang bisa bertulang dusta,
ku angkat namamu sekalian insan,
membuai ku dengan suatu kebencian,
tiada kata mampu ku ungkap,
tiada penawar untuk sakitnya,
aku menanti jasad ditinggalkan..
tangis rebah ku sakit menjerit,
ku paut bantuan pada ranting yang rapuh,
ku berpaling pada yang SATU,
ku jenguk jendela bahagia,
ku amati rasa kasih,
ku tukar ganti rasa agar bisa nafasku lega,
ku sahut panggilan azan,
ku sembah pada yang SATU...
memohon kembali insan yang pergi,
mungkin hidup tidak kan henti,
mengarus derita sebagai santapan,
enak atau tidak,bukan takluk kuasa ku..
pada yang tahu, usaikan kan bisa bercanda penuh bahagia,
lantai bumi kian ampuh dijejak aku,
tersadai mati menunggu kembali,
maafkan aku bukan kerna mu,
maafkan aku kerana pertemuan ini,
bukan sejarah yang lokek dek minda,
bukan nyawa terbatas menggarap udara,
bukan niat ku untuk berkata,
hanya mainan dunia yang penuh tanya,
kini,
aku mampu terduduk,
sayu,pilu menongkah arus kesal,
menempis rasa layu,
mengumpul kudrat persis luas ombak di laut,
langkahan ini makin tipis,
ditelan masa berganti masa,
cerna mindaku tertulis namamu,
hanya yang tahu,ALLAH ku sahut nama-MU,
hambamu ini,
sakit menanti...
perit mencari,
pilu tangisi pergi...
salam semuanya yang bahagia kini,
buat dirimu dan diriku,
jauh di sudut hatiku ini, ada terukir namamu,
ada kamar memori yang bersarang,
aku berkata harap mengerti,
OH TUHANKU yang hakiki..
berikan aku kesempatan itu,
mengukir senyuman temanku ini,
kerna bahagianya,bahagiaku jua...
hukumlah ak,
namun...bayulah rahmat-MU padaku,
amin,,,

No comments: